Jumat, 15 Januari 2021

KATAKAN PUTUS PADA ROKOK

 


Ini artikel pertama aku. Dan aku ingin membagikan salah satu hal yang aku tidak suka di dunia ini. Jujur, malah bisa dibilang aku benci. Hal umum yang sedikit sensitif. Rokok! Kenapa aku membencinya? Ada dua jawaban. Pertama, aku tidak bisa memberi tahu karena menyangkut masalah pribadiku dengan seseorang, biar aku saja yang memendamnya sendiri. Tapi misalkan penasaran bisa pesan via email saja. Kedua, pasti jawabannya sama dengan kalian yang tidak suka dengan rokok. Mengganggu! Asapnya kemana-mana! Baunya menusuk! Abunya bikin risih! Enggak enak di pandang!

Di sisi lain, dari sudut pandang berbeda, ternyata rokok punya andil penting bagi perekonomian negara dan menjadi sumber kehidupan bagi pekerja di industri rokok maupun petani tembakau. Rokok juga ada manfaatnya, dapat membuat rasa santai, membantu pembentukan sel darah baru, dan sepertinya membuat kepercayaan diri meningkat.  Abu rokok yang menjijikkan itu juga ada gunanya untuk pestisida tanaman, membersihkan alat-alat dapur, dan cukup ampuh menghentikan pendarahan luka kecil. Aku tidak menyangka… Dan sebenarnya aku cukup menyukai iklan-iklan rokok di televisi, sungguh membuat inspirasi, iklan-iklannya tuh bagus sekali.

Dan di sisi satunya, tidak dapat dielak jika rokok memiliki dampak buruk.

1.     Untuk diri sendiri sebagai perokok aktif. Secara fisik luar saja sudah terlihat jelas. Berkurangnya aura, kualitas penampilan luar fisik menurun, warna bibir jadi gelap, gigi kuning, pokoknya memudar sudah kesegaran terutama pada bagian wajah. Apalagi bagian dalam tubuh, paling kena dampak buruknya. Jangka perlahan membuat pusing karena penolakan bahan nikotin, kurangnya daya ingat, dan gampang letih. Kalau jangka panjang lebih besar menyerang pada bagian pernapasan, sasaran utamanya ya paru-paru dan jantung.

2.      Seseorang yang ikut menghirup asap perokok aktif sebagai perokok pasif juga jadi kena batunya. Jangka pendeknya saja sudah buat tersiksa, batuk dan pernapasan sesak. Apalagi jangka panjangnya, tidak jauh beda dengan perokok aktif. Serem tapi tidak bisa terlalu banyak tingkah.

3.     Dan yang terakhir bagi lingkungan. Karena masih banyaknya perokok aktif di dunia membuat asap rokok menjadi salah satu penyebab utama pencemaran udara, membuat makin meningkatnya kadar emisi, menambah ancaman perubahan iklim dunia, masalah sampah, dan termasuk pemicu kebakaran. Hanya mengingatkan.

Bagi mereka, merokok merupakan salah satu kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Dilakukan di sela-sela waktu, kapan saja, dalam keadaan sedang melakukan sesuatu seperti bekerja bahkan sedang mengendarai kendaraan juga bisa sambil merokok. Mereka selalu menyediakan tempat spesial untuk sekadar rokok yang ukurannya tidak terlalu merepotkan dan mudah ditemukan dimana saja.

Kenapa mereka merokok? Mungkin enak. Awalnya penasaran, mencari tahu, terus coba-coba/icip-icip, menikmati sampai keblabasan, sehingga keterusan dan pada akhirnya menjadi sebuah kebutuhan. Seberpengaruh itukah rokok. Buktinya saja mungkin hampir 50 % entah kurang atau lebih laki-laki dan 5 % entah kurang atau lebih perempuan di seluruh dunia, tua maupun muda, orang kaya, orang miskin, dari berbagai profesi (mulai dari pengangguran, kuli bangunan, segala macam supir, segala jenis mandor, segala model pegawai/karyawan, seniman, guru, kiai, segala rupa pejabat, bahkan dokter), sampai mahasiswa, anak SMA/SMU/SMK sederajat, abg SMP/MTS, bocah SD merokok. Jangan sampai anak TK ke bawah ikut-ikutan merokok saja.

Sebenarnya apa sih alasan atau penyebab seseorang bisa-bisanya merokok, selain pendukung mudahnya mendapatkan rokok yang di jual dimanapun? Mungkin jawabannya:

1.      Stress. Setelah merokok perasaan menjadi lebih tenang. Padahal itu hanya halusinasi.

2.  Sebagai pelarian. Basi. Kenapa enggak sekalian saja lari tiap pagi keliling desa, enggak usah merokok. Atau kegiatan lainnya yang lebih menyehatkan, lebih bermanfaat, lebih berfaedah ibarat kata.

3.   Setia kawan. Kawan yang setia itu saling menghormati dan menghargai kawannya. Mungkin kitanya yang terlalu berpikir negatif terhadap kawan sendiri, takut dikira kitanya sok alim.

4.    Ingin terlihat gaul atau dipandang dewasa. Padahal cowok sehat tanpa bau rokok itu jauh lebih keren dan menarik kaum hawa.

Tidak ada seorangpun yang berhak melarang seseorang untuk merokok, mau mereka merokok di manapun dan kapanpun, itu hak mereka. Tapi mereka yang merokok juga telah merebut hak kami yang tidak merokok untuk menghirup udara tanpa karbon monoksida di tempat tertentu.

Sebenarnya saya juga pernah ingin mencoba sensasi yang diberikan oleh rokok. Tapi setelah melihat secara langsung orang merokok, sepertinya saya harus berpikir dua kali untuk melakukannya, bukan berpikir dua kali lagi tapi tidak seharusnya berpikir untuk mencobanya apapun alasannya. Sebab kegiatan merokok merupakan kegiatan ekstrem banget. Apa mereka tidak tahu, tidak memperhatikan atau sama sekali tidak peduli, mereka pikir apa yang mereka hisap! Itu asap! Asap its polusi! Aduh… daripada ngisap asap mendingan ngisap udara bebas polusi saja.

Kenapa mereka enggan untuk berhenti merokok. Menurut mereka yang merokok, jika terlalu lama mulut tidak merokok, mulut terasa asam/kecut, sehingga sadar atau tidak sadar saraf otak akan menyuruh tangan untuk mengambil rokok dengan sendirinya. Sudah menjadi kereflekkan yang menetap di saraf otak kali jika mulut ingin menyentuh asap nikotin.

Melansir laman thehealthy, sebuah studi dari University of Vermont menjelaskan bahwa “Yang bikin susah itu efek kecanduannya. Jadi, para peneliti menyarankan untuk secara konsisten mengurangi nikotin yang dikonsumsi. Kuncinya konsisten untuk mengurangi terus menerus sampai tidak konsumsi sama sekali. Kecanduan merokok pun perlahan-lahan akan berkurang.” Rokok itu kaya pacar saja, sebelum kita katakan putus, sampai kapanpun akan nempel terus. Jadi jika benar ingin berhenti merokok iya katakan putus! Talak! Kita harus benar-benar ingin sekali berhenti, kita harus memaksakan supaya hasrat ingin merokok itu hilang dari sel otak dan mencoba terus mengalihkan perhatian hendak merokok dalam hal yang lebih positif seperti belajar hidup sehat, move on dari rokok. Dan ada beberapa tips yang dapat membantu kita lepas dari pengaruh zat nikotin, yang dapat mendorong kita untuk segera putus dengan rokok, diantaranya:

1.      Jilat sedikit garam dengan ujung lidah anda setiap kali anda merasakan keinginan merokok. Cara ini dapat menghentikan kecanduan merokok selama sebulan.

2.      Banyak minum air hangat. Karena air hangat dapat mengurangi kadar nikotin dari dalam tubuh.

3.      Makan kuaci sebagai pengganti rokok.

4.      Berjemur di terik pagi hari.

5.      Banyakin kegiatan olahraga yang kita suka.

6.   Masuk ke sauna. Karena di sauna dapat mengeluarkan banyak sekali keringat. Karena keringat inilah yang mengeluarkan kandungan zat nikotin dalam tubuh.

Memang sangat sulit menghentikan satu kebiasaan ini. Awal berhenti merokok memang membuat sakit dan enggak enak badan. Ini proses normal yang disebabkan oleh pengaruh nikotin di dalam tubuh. Yang merasakan tubuh kita. Dan inilah dalam waktunya yang akan terjadi pada tubuh ketika seseorang berhenti merokok.

1.      20 menit pertama tekanan darah dan denyut nadi mulai kembali normal.

2.      8 jam pertama jumlah nikotin dan karbon monoksida dalam darah berkurang setengahnya.

3.     24 jam pertama risiko terkena serangan jantung mulai berkurang, kadar osksigen mulai meningkat, aktivitsas fisik lebih mudah.

4.    48 jam pertama indera penciuman dan perasa lebih tajam. Kemudian ada banyak pembersihan yang terjadi dalam tubuh.

5.      72 jam pertama paru-paru mulai pulih secara signifikan, bernapas lebih mudah, dan memiliki lebih banyak energy.

6.     1 minggu pertama punya sembilan kali lebih banyak kemungkinan untuk berhneti merokok untuk selamanya.

Sebagai contoh, tokoh Cristiano Ronaldo tidak merokok. Dan dia sangat keren. Dia lebih memilih bergaya hidup sehat.

Selamat mencoba dan berusaha. Semoga berhasil…

Ini saja yang dapat aku bagi. Semoga bermanfaat. Dan aku ingin berterima kasih pada dua orang narasumber. M. Alfian Ar dan Fahmi K. Hanya mereka saja yang mau jadi narasumber aku. Tengkyu…

 

KATAKAN PUTUS PADA ROKOK

  Ini artikel pertama aku. Dan aku ingin membagikan salah satu hal yang aku tidak suka di dunia ini. Jujur, malah bisa dibilang aku benci. H...