Ini artikel pertama aku. Dan aku ingin membagikan salah satu hal yang aku tidak suka di dunia ini. Jujur, malah bisa dibilang aku benci. Hal umum yang sedikit sensitif. Rokok! Kenapa aku membencinya? Ada dua jawaban. Pertama, aku tidak bisa memberi tahu karena menyangkut masalah pribadiku dengan seseorang, biar aku saja yang memendamnya sendiri. Tapi misalkan penasaran bisa pesan via email saja. Kedua, pasti jawabannya sama dengan kalian yang tidak suka dengan rokok. Mengganggu! Asapnya kemana-mana! Baunya menusuk! Abunya bikin risih! Enggak enak di pandang!
Di sisi lain, dari sudut pandang berbeda, ternyata rokok
punya andil penting bagi perekonomian negara dan menjadi sumber kehidupan bagi
pekerja di industri rokok maupun petani tembakau. Rokok juga ada manfaatnya,
dapat membuat rasa santai, membantu pembentukan sel darah baru, dan sepertinya
membuat kepercayaan diri meningkat. Abu
rokok yang menjijikkan itu juga ada gunanya untuk pestisida tanaman,
membersihkan alat-alat dapur, dan cukup ampuh menghentikan pendarahan luka
kecil. Aku tidak menyangka… Dan sebenarnya aku cukup menyukai iklan-iklan rokok
di televisi, sungguh membuat inspirasi, iklan-iklannya tuh bagus sekali.
Dan di sisi satunya, tidak dapat dielak jika rokok memiliki
dampak buruk.
1. Untuk diri sendiri
sebagai perokok aktif. Secara fisik
luar saja sudah terlihat jelas. Berkurangnya aura, kualitas penampilan luar
fisik menurun, warna bibir jadi gelap, gigi kuning, pokoknya memudar sudah
kesegaran terutama pada bagian wajah. Apalagi bagian dalam tubuh, paling kena
dampak buruknya. Jangka perlahan membuat pusing karena penolakan bahan nikotin,
kurangnya daya ingat, dan gampang letih. Kalau jangka panjang lebih besar
menyerang pada bagian pernapasan, sasaran utamanya ya paru-paru dan jantung.
2.
Seseorang yang
ikut menghirup asap perokok aktif sebagai perokok
pasif juga jadi kena batunya. Jangka pendeknya saja sudah buat tersiksa,
batuk dan pernapasan sesak. Apalagi jangka panjangnya, tidak jauh beda dengan
perokok aktif. Serem tapi tidak bisa terlalu banyak tingkah.
3. Dan yang terakhir
bagi lingkungan. Karena masih banyaknya perokok aktif di dunia membuat asap
rokok menjadi salah satu penyebab utama pencemaran udara, membuat makin meningkatnya
kadar emisi, menambah ancaman perubahan iklim dunia, masalah sampah, dan
termasuk pemicu kebakaran. Hanya mengingatkan.
Bagi mereka, merokok merupakan salah satu kegiatan
yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Dilakukan di sela-sela waktu, kapan
saja, dalam keadaan sedang melakukan sesuatu seperti bekerja bahkan sedang
mengendarai kendaraan juga bisa sambil merokok. Mereka selalu menyediakan
tempat spesial untuk sekadar rokok yang ukurannya tidak terlalu merepotkan dan
mudah ditemukan dimana saja.
Kenapa mereka merokok? Mungkin enak. Awalnya
penasaran, mencari tahu, terus coba-coba/icip-icip, menikmati sampai keblabasan,
sehingga keterusan dan pada akhirnya menjadi sebuah kebutuhan. Seberpengaruh
itukah rokok. Buktinya saja mungkin hampir 50 % entah kurang atau lebih
laki-laki dan 5 % entah kurang atau lebih perempuan di seluruh dunia, tua
maupun muda, orang kaya, orang miskin, dari berbagai profesi (mulai dari
pengangguran, kuli bangunan, segala macam supir, segala jenis mandor, segala
model pegawai/karyawan, seniman, guru, kiai, segala rupa pejabat, bahkan
dokter), sampai mahasiswa, anak SMA/SMU/SMK sederajat, abg SMP/MTS, bocah SD
merokok. Jangan sampai anak TK ke bawah ikut-ikutan merokok saja.
Sebenarnya apa sih alasan atau penyebab seseorang
bisa-bisanya merokok, selain pendukung mudahnya mendapatkan rokok yang di jual
dimanapun? Mungkin jawabannya:
1. Stress. Setelah merokok perasaan menjadi lebih tenang. Padahal itu hanya halusinasi.
2. Sebagai pelarian. Basi. Kenapa enggak sekalian saja lari tiap pagi keliling desa, enggak usah merokok. Atau kegiatan lainnya yang lebih menyehatkan, lebih bermanfaat, lebih berfaedah ibarat kata.
3. Setia kawan.
Kawan yang setia itu saling menghormati dan menghargai kawannya. Mungkin
kitanya yang terlalu berpikir negatif terhadap kawan sendiri, takut dikira
kitanya sok alim.
4. Ingin terlihat gaul atau dipandang dewasa. Padahal cowok sehat tanpa bau rokok itu jauh
lebih keren dan menarik kaum hawa.
Tidak ada seorangpun yang berhak melarang seseorang
untuk merokok, mau mereka merokok di manapun dan kapanpun, itu hak mereka. Tapi
mereka yang merokok juga telah merebut hak kami yang tidak merokok untuk
menghirup udara tanpa karbon monoksida di tempat tertentu.
Sebenarnya saya juga pernah ingin mencoba sensasi yang
diberikan oleh rokok. Tapi setelah melihat secara langsung orang merokok,
sepertinya saya harus berpikir dua kali untuk melakukannya, bukan berpikir dua
kali lagi tapi tidak seharusnya berpikir untuk mencobanya apapun alasannya.
Sebab kegiatan merokok merupakan kegiatan ekstrem banget. Apa mereka tidak
tahu, tidak memperhatikan atau sama sekali tidak peduli, mereka pikir apa yang
mereka hisap! Itu asap! Asap its polusi! Aduh… daripada ngisap asap mendingan
ngisap udara bebas polusi saja.
Kenapa mereka enggan untuk berhenti merokok. Menurut
mereka yang merokok, jika terlalu lama mulut tidak merokok, mulut terasa
asam/kecut, sehingga sadar atau tidak sadar saraf otak akan menyuruh tangan
untuk mengambil rokok dengan sendirinya. Sudah menjadi kereflekkan yang menetap
di saraf otak kali jika mulut ingin menyentuh asap nikotin.
Melansir laman thehealthy, sebuah studi dari
University of Vermont menjelaskan bahwa “Yang bikin susah itu efek
kecanduannya. Jadi, para peneliti menyarankan untuk secara konsisten mengurangi
nikotin yang dikonsumsi. Kuncinya konsisten untuk mengurangi terus menerus
sampai tidak konsumsi sama sekali. Kecanduan merokok pun perlahan-lahan akan
berkurang.” Rokok itu kaya pacar saja, sebelum kita katakan putus, sampai
kapanpun akan nempel terus. Jadi jika benar ingin berhenti merokok iya katakan
putus! Talak! Kita harus benar-benar ingin sekali berhenti, kita harus
memaksakan supaya hasrat ingin merokok itu hilang dari sel otak dan mencoba
terus mengalihkan perhatian hendak merokok dalam hal yang lebih positif seperti
belajar hidup sehat, move on dari rokok. Dan ada beberapa tips yang dapat
membantu kita lepas dari pengaruh zat nikotin, yang dapat mendorong kita untuk
segera putus dengan rokok, diantaranya:
1.
Jilat sedikit
garam dengan ujung lidah anda setiap kali anda merasakan keinginan merokok.
Cara ini dapat menghentikan kecanduan merokok selama sebulan.
2.
Banyak minum air
hangat. Karena air hangat dapat mengurangi kadar nikotin dari dalam tubuh.
3.
Makan kuaci
sebagai pengganti rokok.
4.
Berjemur di terik
pagi hari.
5.
Banyakin kegiatan
olahraga yang kita suka.
6. Masuk ke sauna.
Karena di sauna dapat mengeluarkan banyak sekali keringat. Karena keringat
inilah yang mengeluarkan kandungan zat nikotin dalam tubuh.
Memang sangat sulit menghentikan satu kebiasaan ini. Awal
berhenti merokok memang membuat sakit dan enggak enak badan. Ini proses normal
yang disebabkan oleh pengaruh nikotin di dalam tubuh. Yang merasakan tubuh
kita. Dan inilah dalam waktunya yang akan terjadi pada tubuh ketika seseorang
berhenti merokok.
1.
20 menit pertama
tekanan darah dan denyut nadi mulai kembali normal.
2.
8 jam pertama
jumlah nikotin dan karbon monoksida dalam darah berkurang setengahnya.
3. 24 jam pertama
risiko terkena serangan jantung mulai berkurang, kadar osksigen mulai
meningkat, aktivitsas fisik lebih mudah.
4. 48 jam pertama
indera penciuman dan perasa lebih tajam. Kemudian ada banyak pembersihan yang
terjadi dalam tubuh.
5.
72 jam pertama
paru-paru mulai pulih secara signifikan, bernapas lebih mudah, dan memiliki
lebih banyak energy.
6. 1 minggu pertama
punya sembilan kali lebih banyak kemungkinan untuk berhneti merokok untuk
selamanya.
Sebagai contoh, tokoh Cristiano Ronaldo tidak merokok.
Dan dia sangat keren. Dia lebih memilih bergaya hidup sehat.
Selamat mencoba dan berusaha. Semoga berhasil…
Ini saja yang dapat aku bagi. Semoga bermanfaat. Dan aku
ingin berterima kasih pada dua orang narasumber. M. Alfian Ar dan Fahmi K.
Hanya mereka saja yang mau jadi narasumber aku. Tengkyu…
